Kata-Kataku...

Menuliskan apa yang kita pikirkan, alami dan rasakan..



Selasa, 15 April 2014

A Love Letter For You..



Bismillahirrahmanirrahim ...

Astaghfirullahal’adzim..

Tidak selalu orang lain bisa memahami apa yang kita rasakan

Tidak selalu saudara-saudara kita bisa ada ketika kita memerlukan perhatian

Tidak pula saudara kita selalu bisa kita jadikan sebagai tempat bersandar dan berkeluh kesah ketika kita sedang berduka

Mungkin kita akan berkali-kali terluka, marah dan kecewa ketika saudara kita tidak bisa menjadi seperti yang kita harapkan

Dan mungkin pula jika teman kita tidak bisa sehebat dan sehangat orang-orang di masa lalu kita
 
Tapi ...

Apakah kita pernah berpikir ..

Sudahkah kita bisa memahami bagaimana keadaan saudara kita?

Seberapa perhatiankah kita dengan kondisi orang di sekitar kita?

Seberapa sabarkah kita bahkan hanya untuk mendengar keluh kesah dari permasalahan saudara kita?

Hadirkah kita ketika saudara kita memerlukan keberadaan kita?

Yakinkah jika kita tidak pernah memberikan luka, rasa sakit dan memancing amarah saudara kita?

Jawabannya adalah..

Kita sama tidak sempurnanya dengan saudara kita

Insyaallah ukhuwah itu salah satunya adalah ketika kita belajar memahami bahwa No body’s perfect

Karena sama seperti orang lain yang mungkin jauh dari kriteria “Ideal” yang kita miliki, kita pun masih belum bisa menjadika diri kita mendekati kriteria “saudara ideal” di mata orang lain

Jika kita hanya fokus pada tuntutan-tuntutan kita pada orang lain maka kekecewaanlah yang kita hadapi

Mungkin sering kita berfikir “aku sudah berusaha menjadikanmu seorang yang ideal di mataku, tapi kenapa kamu masih saja kurang? Harus bagaimana lagi aku membantumu?”

Tapi ternyata orang lain pun bisa saja berpikir sama seperti kita, dan alangkah baiknya jika kita tidak hanya berusaha menjadikan orang lain ideal bagi diri kita tapi bagaimana caranya kita bisa sedikit saja “menyesuaikan diri” dengan kelemahan saudara kita

Sebanyak apapun kekurangan orang disekitar kita, pasti mereka memiliki kelebihan yang kadang tidak kita miliki.

Ketika saya ditanya “sehatkah ukhuwah diantara kita?”

Sungguh saya tidak tahu bagaimana kriteria “Ukhuwah yang sehat” itu setidaknya menurut pandangan setiap personal, karena pendapat satu orang dan yang lain cenderung subjective...

Bagi saya dengan keberadaan mereka, kebahagiaan mereka, kepercayaan mereka, nasehat mereka, senyuman mereka, canda tawa, bantuan, perhatian dan  bahkan keluh kesah, kemarahan, airmata yang mereka percayakan pada saya, itu lebih dari cukup!

Saya tidak bisa menuntut saudara saya untuk menjadi “sosok Ideal” bagi saya karena saya pun tidak akan pernah bisa dan mustahil menjadi “sosok ideal bagi saudara saya ... 

Insyaallah ini jawaban sementara yang di ilhamkan kepada saya malam ini, jika ada kekurangan itu murni kekhilafan saya dan jika ada kelebihan semua berasal dari Allah...

Insyaallah ini bukan jawaban ideal tapi ketika saya memikirkan dan menuliskan tulisan ini rasanya teguran ini lebih banyak ditujukan kepada diri saya sendiri..

Seolah ditanya: 

“ketika kamu merasa tidak dicintai, tidak dihargai, tidak diharapkan, tidak dihormati, tidak dipahami, tidak dipikirkan oleh saudaramu ... tanyalah pada dirimu sendiri.. 

Sudahkan kamu bisa menghargai, bisa diharapkan, bisa menghormati, bisa memahami, bisa memikirkan kedaan saudaramu?

Mudah ketika menuntut, tapi siapkah pula kita ketika dituntut balik?”

Kita akan terus merasa kurang jika terus memikirkan kekurangan orang disekitar kita, tapi ketika kita bisa menghitung apa yang di berikan pada kita mungkin sampai lelah kita berterimakasih pun tidak akan pernah cukup, sedangkan kita tidak akan pernah bisa menghitungnya..

Kita tidak tahu, mungkin mereka selalu menghadirkan kita dalam doanya... wallahu a’lam bisshawab ..

Dan diantara kita sayalah yang paling banyak memiliki kelemahan ...

Sayalah yang paling banyak meluapkan kemarahan ...

Sayalah yang paling banyak mengalirkan air mata ...

Sayalah yang paling banyak menimbulkan luka ...

Sayalah yang paling banyak memerlukan dan mendapatkan bantuan ...

Padahal saya yang paling sedikit memberikan perhatian dan bantuan ...

Sedemikian banyak yang saya dapatkan dan tidak mampu saya balas ...

Insyaallah Allahlah yang akan mengganti apa yang mereka lakukan dan berikan pada saya ...

Saya mengharapkan ridha dari Allah karena itu sedikit dari sedikit saya ingin mengikhlaskan dan belajar memahami dan menerima segala yang ada pada kita baik kekurangan maupun kelebihan semoga Allah memudahkan jalan kita menjalin ukhuwah ... 

Meskipun bukan ukhuwah ideal tapi inilah yang bisa  saya coba lakukan ... semoga Allah ridha ..
(afwan mohon koreksi)

Rabu, 02 Januari 2013

BATAS PERGAULAN LELAKI DAN PEREMPUAN


Assalamu'alaikum warahmatullaahi wabarakatuh
Bissmillaahirraahmaanirraahiim

ALAM remaja adalah alam yang sangat mencabar sehingga disebut nabi dalam satu senarai orang kenamaan akhirat adalah remaja yang terselamat dan menyelamatkan diri daripada zina.

Maksud hadis: “Lelaki yang apabila diajak perempuan cantik berzina lalu berkata, ‘sesungguhnya aku takut kepada Allah.’”

Sebagai satu agama yang amat hebat, Islam menampilkan cara pengawalan yang sangat berkesan dalam mengatasi penyakit seksual iaitu sebagaimana dalam firman Allah yang kita baca di atas, perkataan ‘jangan kamu hampiri zina.’

Kalau hampiri sudah dilarang dan ditegah, apatah lagi melakukannya. Menghampiri bermakna apa saja perbuatan yang menjadi penyebab, pendorong, keinginan dan sebagainya, adalah haram.

Kalau ada pendorong mudah datang keinginan diulit bisikan syaitan sama merelakan pula, terjadilah perbuatan terkutuk yang saban hari kita lihat dan dengar iaitu remaja melahirkan anak luar nikah.

Semuanya bermula dengan pergaulan bebas tanpa batas, berkawan tak salah yang salahnya bila melampaui batas. Kali ini penulis tampilkan batas-batas dalam pergaulan supaya menjadi bimbingan kepada khalayak remaja sekalian, iaitu:

1.Pandangan
2.Pertemuan
3.Percakapan
4.Berjabat tangan
5.Bersentuhan badan

Pandangan yang dimaksudkan di sini adalah pandangan yang biasa bukan bertujuan untuk menimbulkan hawa nafsu sama ada dari pihak lelaki atau perempuan.

Bagi kaum lelaki, Allah s.w.t memberi peringatan di dalam firman-Nya dalam Surah An-Nur ayat 30 yang bermaksud: “Katakanlah olehmu (wahai Muhammad) kepada orang-orang lelaki yang beriman, hendaklah mereka memejamkan setengah dari pandangan mereka…”

Bagi kaum perempuan juga Allah s.w.t memberi peringatan-Nya sebagaimana maksud Surah An-Nur ayat 31 “Katakanlah olehmu (wahai Muhammad) kepada orang-orang perempuan yang beriman hendaklah mereka memejamkan (tidak tengok) setengah dari pandangan mereka…” dari kedua-dua ayat itu kita dapat menafsirkan bahawa kita boleh memandang seseorang yang berlainan jantina sekadar yang perlu sahaja.

Pandangannya pula tidak keterlaluan atau memandang melampaui batas sehingga menerbitkan hawa nafsu sesama sendiri. Hanya dengan pandangan saja kita percaya hawa nafsu akan menguasai dan syaitan mudah menggoda akhirnya mendorong mereka ke arah kancah maksiat.

Maksud pertemuan di antara lelaki dan perempuan yang bukan mahramnya di tempat sunyi.

Dalam konteks hari ini lebih di kenali dengan istilah ‘khalwat’ mengikut kebiasaannya apabila dua orang yang bukan mahramnya bertemu di tempat sunyi, mereka akan mudah terdorong untuk melakukan maksiat.

Dalam hal ini Rasulullah s.a.w bersabda yang bermaksud: “Barang siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhirat maka janganlah ia melakukan pertemuan dengan seorang perempuan tanpa disertai mahramnya kerana sesungguhnya yang ketiga itu tentulah syaitan.” (Riwayat Bukhari, Muslim dan lain-lain)

Dari hadis di atas dapat kita membuat kesimpulan bahawa Allah melarang pertemuan di antara lelaki dan perempuan yang bukan mahramnya di tempat-tempat sunyi dan jauh dari pandangan orang ramai.

Percakapan atau perbualan yang dimaksudkan di sini ialah apabila dua orang individu yang bukan mahramnya bertemu dan bercakap-cakap dengan tujuan tertentu yang boleh mendatangkan syak wasangka.

Dalam soal ini bukan bermakna antara lelaki dan perempuan tidak untuk bergaul dan bercakap-cakap, Islam tidak melarangnya, tetapi percakapan yang dibenarkan ialah mempunyai tujuan yang tertentu atau urusan yang penting sahaja.

Larangan itu dibuat semata-mata untuk menghindari pandangan serong atau fitnah orang terutama sekali kaum perempuan.

Berjabat tangan bermaksud menghulurkan dan menyambut tangan orang lain tanda hubungan silaturahim antara mereka, perlakuan itu meliputi lelaki dengan lelaki dan perempuan dengan perempuan atau sebaliknya.

Menurut Islam hukum berjabat tangan antara lelaki dan perempuan yang bukan mahramnya adalah haram. Siti Aisyah r.a ada berkata: “…demi Allah, tidak pernah Rasulullah s.a.w menyentuh tangan seorang perempuan lain yang bukan mahramnya, hanya baginda membai’ah mereka dengan percakapan.” (Riwayat Imam Ahmad)

Bersentuhan badan bermakna apabila berlaku pertemuan mana-mana anggota tubuh badan antara lelaki dan perempuan yang bukan mahramnya.

Sentuhan di sini lebih bermaksud sentuhan dengan sengaja, lebih-lebih lagi hingga menerbitkan keinginan nafsu. Rasulullah s.a.w pernah bersabda yang maksudnya: “Sesungguhnya jika kepala seseorang dari kamu ditikam dengan jarum besi, itu lebih baik baginya daripada menyentuh seorang perempuan yang tidak halal baginya.”

Dari hadis di atas dapatlah kita mentakrifkan bahawa persentuhan badan antara lelaki dan perempuan bukan mahram adalah dilarang keras Allah s.w.t.

ARTI SECARIK KAIN DIKEPALAMU....

Assalaamu’alaikum warahmatullahi wabarakaatuh.
 
Arti Secarik Kain di kepalamu …Bukan ….
Bukan hanya untuk menutupi rambut indahmu …

Secarik kain yang menutupi rasa malumu
Menjaga auratmu
Dari pandangan liar orang yg memandangmu …

Bukan …
Bukan sekedar pelengkap busana Muslimmu

Lebih dari itu
Dia menjaga kesucian dan kemuliaan yang dberikanNya
Agar tak timbul fitnah dari tubuh indahmu

Secarik kain dkepalamu
Bukan bisa digunakan sekehendak hatimu
Itu perintah ALLAH dan Rasul
Yang tak begitu saja bisa dpakai seenaknya


Bukan ….
Bukan itu maksudnya …

Bukan sebagai penutup kepala
Bukan sebagai hiasan
Bukan juga tren mode belaka

Secarik kain d kepalamu
Menunjukan takwamu
Menjaga hatimu
Membentengi dirimu
Dan memelihara kemuliaanmu

D tulis dalam Surat CintaNya
Dengan manis dan sangat jelas
Juga djelaskan apa tujuannya
Membuat para pria iri pada kita
Karna ALLAH begitu Cinta
Pada kita para wanita

Lihat saudariku
Lihat lagi makna perintahNya

DIA tak bermaksud mengekang kita
DIA tak juga bermaksud membatasi kebebasan
DIA justru ingin melindungi kita dari fitnah
DIA justru sangat memuliakan kita

Lalu mengapa kita gunakan seenaknya ?
Lalu mengapa itu kita maknai sebagai pengekangan
Mengapa kita sanggup bermain – main dengan perintahNya
Memberikan alasan ini dan itu sebagai pembenaran

Bukan ….
Bukan itu maksudnya
Bukan sebagai penutup kepala belaka !!
Dia sebagai satu kesatuan, dari atas hingga bawah
Longgar dan sopan
Karna memang menghindarkan kita dari fitnah
Yang timbul dari tubuh indah kita

Sudikah engkau saudariku
Menjadi penyebab dosa dari saudara kita yang lain
Yang tbelalak nanar memandang kemolekan tubuh

Sudikah engkau wahai saudariku
Mendapat decak kagum yang sebenarnya adalah bentuk pelecehan mereka ?

Mengapa tak kita cari saja decak kagumNya
Yang justru membuahkan kedekatan kita padaNya
Puaskan saja pada pujianNya
Karna itu membuahkan pahala yang luar biasa

Ya ….
Secarik kain dkepalamu
Bukan sekedar penutup kepala
Yang bisa dpadankan dengan legging dan baju ketat
Atau dgabungkan dengan gemerlapnya payet2
Celana panjang dan blus yang rapih d masukan …

Bukan ….
Bukan itu maksudnya

Karna secarik kain dkepalamu adalah pakaian takwamu
Yang membuktikan kita patuh pada perintahNya
Yang membuktikan kita sudi dMuliakan

Bukan justru menjadi hina dimataNya
Dengan alasan mensyukuri nikmat karna diberi tubuh indah
Lalu dengan bangga mempertontonkannya
Bukan juga beralasan bahwa menjilbabi hati jauh lebih penting dari menjilbabi kepala ….
Hingga tak segera menutup aurat …

Bukan itu saudariku ….
Bukan itu maksudnya …
semoga bermanfaat buat saudariku muslimah yg belom berjilbab segeralah...

salam santun ukhuwah fillah
 ~~*kalau jodoh takkan kemana*~~

Senin, 24 Desember 2012

Bakti Seorang Ulama Buta pada Ibundanya

Syaikh Abdurrahman bin Nashir Al Barrak [1] adalah salah seorang ulama negeri saudi saat ini. Saya ingin menyebutkan kisah betapa berbaktinya Syaikh kami terhadap ibundanya dan Syaikh hafidzahullah telah mencontohkan teladan yang sungguh ajaib dalam berbakti, terkhusus di zaman sekarang ini. Ibunda Syaikh telah wafat sekitar 5 tahun silam. Saya akan menyebutkan beberapa kisah dalam beberapa point berikut tanpa perincian yang luas:

1. Syaikh Abdurrahman Al Barrak hafidzahullah dikenal hanya sedikit pergi haji. Sebabnya adalah tidak adanya persetujuan ibundanya rahimahallah. Beliau mulai berhaji lagi sejak Ibunya lemah ingatannnya dan bercampurnya sebagian hal sehingga menjadi memberikan izin baginya untuk pergi haji

2. Syaikh Al Barrak tidak pergi safar kecuali setelah diberi izin ibundanya. Suatu waktu,terjadi suatu permasalah di kampung halaman beliau di Albakiriyah daerah Al Qosim. Penduduk daerah tersebut meminta Syaikh untuk datang agar membantu menyelesaikan masalah tersebut karena kedudukan Syaikh yang berpengaruh dikalangan mereka.

Maka Syaikh menyetujuinya untuk pergi asalkan dengan syarat jika diizinkan Ibunya.
Maka sebagian sebagian saudara ibunya berbicara kepada Ibu Syaikh, dan karena segan maka kemudian diizinkanlah Syaikh Al Barrak.Setelah saudara-saudara Ibunya pergi,maka sang Ibu berkata pada Syaikh Abdurahman bin Nashir Al Barrak : "Saya menyetujuinya karena mereka terus menerus meminta padaku".

3. Syaikh Abdurrahman dalam safarnya ke Mekah dalam liburan musim panas tidaklah terputus dari menelepon ibunya. Tidak kurang dari dua kali menelepon ibunya dalam sehari. Bahkan beliau sempat memutuskan pelajaran yang sedang disampaikan dimana saat itu kami sedang membacakan kitab pada beliau di Masjidil Haram, Syaikh menelepon ibunya dan kemudian disambung lagi pelajaran saat itu.

4. Ibunda Syaikh tidaklah terus menerus tinggal bersama Syaikh. Berpindah-pindah, terkadang tinggal di rumah Syaikh namun terkadang di rumah anaknya yang lain (saudara kandung Syaikh). Tatkala tinggal dirumah Syaikh, maka Syaikh Al Barrak tidak tidur dengan istrinya, tapi tidur bersama Ibunya dikamar Ibunya dengan maksud siap sedia memenuhi segala permintaan Ibunya.

5. Diantara bentuk memenuhi hajat Ibunya, adalah Syaikh Al Barrak senantiasa berdiri menuntun memegangi tangan ibunya, karena Ibunya sudah lambat dalam berjalan. Syaikh mengantar untuk pergi ke kamar mandi sampai ibunya duduk dikursi khusus baginya. Kemudian Syaikh menunggu hingga ibunya menyelesaikan keperluannya di kamar mandi, setelah itu Ibunya diantar lagi ketempat semula. Ini semua dilakukan Syaikh, walaupun ada anak-anak perempuan Syaikh dan istrinya.

6. Diantara bentuk bakti yang lain, Syaikh Abdurrahman Al Barrak hafidzahullah tidak pernah memutus kebiasaan Ibunya. Saya pernah membaca kitab dihadapan beliau disuatu hari dipelataran rumah beliau dipintu masuk khusus laki-laki. Pelajaran yang disampaikan Syaikh di sore hari biasanya tidak terputus kecuali apabila terdengar adzan maghrib. Tatkala menjelang adzan maghrib beliau meminta saya keluar dari rumah. Ini bukanlah kebiasaan Syaikh sebelumnya. Setelah Isya tiba-tiba Syaikh meneleponku di rumah, beliau meminta maaf dari kejadian dihari itu dan memberitahu bahwa dilakukannya hal tersebut karena Ibunya punya kebiasaan berwudhu untuk shalat maghrib di keran air disebelah pintu dimana kami tadi berada.

7. Syaikh Al Barrak sangat memperhatikan keinginan Ibunya. Adalah kebiasaan Syaikh bermajlis dengan tamu-tamunya hingga adzan tiba kemudian mereka keluar untuk sholat.

Namun jika sedang ada ibunya, maka Syaikh akan berdiri sebelum adzan tiba karena hal ini kesukaan Ibunya yang sholehah.

8. Tatkala semakin parah sakit yang dialami ibunya, maka Syaikh berusaha mengobatinya, beliau tidur bersamanya serta memberinya makanan dan minuman. Bahkan Syaikh kami ini apabila selesai sholat shubuh dari masjid, beliau menyiapkan minuman, kemudian memberikannya kepada Ibunya, atau terkadang mendinginkan minuman tersebut untuk ibunya. Semua ini dilakukan beliau dengan keadaan beliau yang buta matanya. Setelah itu beliau kembali ke masjid untuk menyampaikan kajian shubuh.

Disarikan dari tulisan Abu Muhammad Al Qohthoni di forum http://www. ahlalhdeeth.com/dengan sedikit penambahan

[1] Usia Syaikh Abdurrahman bin Nashir Al Barrak hafidzahullah saat ini 78 tahun. Beliau sudah menjadi yatim sejak balita, yakni saat umur setahun. Diusia 10 tahun beliau terkena penyakit dimatanya sehingga tidak bisa melihat sampai saat ini.

Diantara guru beliau yang sangat berpengaruh adalah Al Allamah Asy Syaikh Abdul Aziz bin Baz rahimahullah, dimana lebih dari 50 tahun belajar dengan beliau rahimahullah. Syaikh Ibn Baz seringkali meminta beliau untuk masuk lembaga fatwa namun ditolaknya. Syaikh bin Baz pun ridho pada Syaikh Al Barrak untuk menggantikannya berfatwa di Darul Ifta di Riyadh di saat musim panas tatkala paramufti pindah tempat ke kota Thaif, Syaikh Nashir Al Barrak ini dengan malu memenuhinya, namun itu dilakukan hanya dua kali, setelah itu ditinggalkannya.

Setelah wafat Syaikh Bin Baz, seringkali Syaikh Alu Syaikh mufti sekarang meminta dengan sangat agar beliau menjadi anggota lajnah ifta namun beliau keberatan untuk memutus pelajaran yang biasa beliau sampaikan di masjid.

Sumber: direktori-islam.com  ===>>>
Strawberry

Semoga bermanfaat dan Dapat Diambil Hikmah-Nya ...
Silahkan DI-COPAS atau DI-SHARE jika menurut sahabat note ini bermanfaat ...

our life

Holy Quran, A Complete code of Life

... I AM A SECOND WIFE .. (SAYA JADI ISTRI KEDUA) ...


 
 Ini adalah COPAS dari artikel yang aku dapat di FB.. 
 
Bismillahir-Rahmaanir-Rahim ... Masa SMU wanita Amerika itu hancur tatkala dirinya hamil diusia 17 tahun. Ia terpaksa menjadi 'single mother' diusia muda. Namun hidupnya merasa nyaman setelah menjadi istri kedua seorang pria Muslim

Sekitar tiga bulan lalu, the Islamic Forum yang diadakan setiap Sabtu di Islamic Center New York kedatangan peserta baru.

Pertama kali memasuki ruangan itu saya sangka ia wanita Bosnia. Dengan pakaian Muslimah yang sangat rapih, blue eyes, dan kulit putih bersih. Pembawaannya pun sangat pemalu, dan seolah seseorang yang telah lama paham etika Islam.

Huda, demikianlah wanita belia itu memanggil dirinya. Menurutnya, baru saja pindah ke New York dari Michigan ikut suami yang berkebangsaan Yaman. Suaminya bekerja pada sebuah perusahaan mainan anak-anak (toys).

Tak ada menyangka bahwa wanita itu baru masuk Islam sekitar 7 bulan silam. Huda, yang bernama Amerika Bridget Clarkson itu, adalah mantan pekerja biasa sebagai kasir di salah satu tokoh di Michigan. Di toko inilah dia pertama kali mengenal nama Islam dan Muslim.

Biasanya ketika saya menerima murid baru untuk bergabung pada kelas untuk new reverts, saya tanyakan proses masuk Islamnya, menguji tingkatan pemahaman agamanya, dll. Ketika saya tanyakan ke Huda bagaimana proses masuk Islamnya, dia menjawab dengan istilah-istilah yang hampir tidak menunjukkan bahwa dia baru masuk Islam. Kata-kata "alhamdulillah"."Masya Allah" dst, meluncur lancar dari bibirmya.

Dengan berlinang air mata, tanda kebahagiaannya, Huda menceritakan proses dia mengenal Islam. "I was really trapped by jaahiliyah (kejahilan)", mengenang masa lalunya sebagai gadis Amerika. "I did not even finish my High School and got pregnant when I was only 17 years old", katanya dengan suara lirih.

Menurutnya lagi, demi menghidupi anaknya sebagai `a single mother' dia harus bekerja. Pekerjaan yang bisa menerima dia hanyalah grocery kecil di pinggiran kota Michigan.

Suatu ketika, toko tempatnya bekerja kedatangan costumer yang spesial. Menurutnya, pria itu sopan dan menunjukkan `respek' kepadanya sebagai kasir.

Padahal, biasanya, menurut pengalaman, sebagai wanita muda yang manis, setiap kali melayani pria, pasti digoda atau menerima kata-kata yang tidak pantas. Hingga suatu ketika, dia sendiri berinisiatif bertanya kepada costumernya ini, siapa namanya dan tinggal di mana.

Mendengar namanya yang asing, Abdu Tawwab, Huda semakin bingung. Sebab nama ini sendiri belum pernah didengar. Sejak itu pula setiap pria ini datang ke tokonya, pasti disempatkan bertanya lebih jauh kepadanya, seperti kerja di mana, apakah tinggal dengan keluarga, dll.

Perkenalannya dengan pria itu ternyata semakin dekat, dan pria itu juga semakin baik kepadanya dengan membawakan apa yang dia sebut `reading materials as a gift". Huda mengaku, pria itu memberi berbagai buku-buku kecil (booklets).

Dan hanya dalam masa sekitar tiga bulan ia mempelajari Islam, termasuk berdiskusi dengan pria tersebut. Huda merasa bahwa inilah agama yang akan menyelamatkannya.

"Pria tersebut bersama isterinya, yang ternyata telah mempunyai 4 orang anak, mengantar saya ke Islamic Center terdekat di Michigan. Imam Islamic Center itu menuntun saya menjadi seorang Muslimah, alhamdulillah!", kenang Huda dengan muka yang ceria.

Tapi untuk minggu-minggu selanjutnya, kata Huda, ia tidak berkomunikasi dengan pria tersebut. Huda mengaku justeru lebih dekat dengan isteri dan anak-anaknya.

Kebetulan lagi, anaknya juga berusia tiga tahun, maka sering pulalah mereka bermain bersama. "Saya sendiri belajar shalat, dan ilmu-ilmu dasar mengenai Islam dari Sister Shaima, nama isteri pria yang mengenalkannya pada Islam itu.

Kejamnya Poligami ...

Suatu hari, dalam acara The Islamic Forum, minggu lalu, datang seorang tamu dari Bulgaria. Wanita dengan bahasa Inggris seadanya itu mempertanyakan keras tentang konsep poligami dalam Islam.

Bahkan sebelum mendapatkan jawaban, perempuan ini sudah menjatuhkan vonis bahwa "Islam tidak menghargai sama sekali kaum wanita", katanya bersemangat.

Huda, yang biasanya duduk diam dan lebih banyak menunduk, tiba-tiba angkat tangan dan meminta untuk berbicara. Saya cukup terkejut. Selama ini, Huda tidak akan pernah menyelah pembicaraan apalagi terlibat dalam sebuah dialog yang serius.

Saya biasa berfikir bahwa Huda ini sangat terpengaruh oleh etiket Timur Tengah, di mana kaum wanita selalu menunduk ketika berpapasan dengan lawan jenis, termasuk dengan gurunya sendiri.

"I am sorry Imam Shamsi", dia memulai. "I am bothered enough with this woman's accusation", katanya dengan suara agak meninggi.

Saya segera menyelah: "What bothers you, sister?". Dia kemudian menjelaskan panjang lebar kisah hidupnya, sejak masa kanak-kanak, remaja, hingga kemudian hamil di luar nikah, bahkan hingga kini tidak tahu siapa ayah dari anak lelakinya yang kini berumur hampir 4 tahun itu.

Tapi yang sangat mengejutkan saya dan banyak peserta diksusi hari itu adalah ketika mengatakan: "I am a second wife." Bahkan dengan semangat dia menjelaskan, betapa dia jauh lebih bahagia dengan suaminya sekarang ini, walau suaminya itu masih berstatus suami wanita lain dengan 4 anak. "I am happier since then", katanya mantap.

Dia seolah berda'wah kepada wanita Bulgaria tadi: "Don't you see what happens to the western women around? You are strongly opposing polygamy, which is halaal, while keeping silence to free sex that has destroyed our people" ,jelasnya.

Saya kemudian menyelah dan menjelaskan kata "halal" kepada wanita Bulgaria itu.

"I know, people may say, I have a half of my husband. But that's not true", katanya. Lebih jauh dia menjelaskan bahwa poligami bukan hanya masalah suami dan isteri. Poligami dan kehidupan keluarga menurutnya, adalah masalah kemasyarakatan.

Dan jika seorang isteri rela suaminya beristeri lagi demi kemaslahatan masyarakat, maka itu adalah bagian dari pengorbanannya bagi kepentingan masyarakat dan agama.

Kami yang dari tadi mendengarkan penjelasan Huda itu hanya ternganga. Hampir tidak yakin bahwa Huda adalah isteri kedua, dan juga hampir tidak yakin kalau Huda yang pendiam selama ini ternyata memiliki pemahaman agama yang dalam.

Saya kemudian bertanya kepada Huda: "So who is your husband?" Dengan tertawa kecil dia menjawab "the person who introduced me to Islam". Dan lebih mengejutkan lagi: "his wife basically suggested us to marry", menutup pembicaraan hari itu.

Diskusi Islamic Forum hari itu kita akhiri dengan penuh bisik-bisik. Ada yang setuju, tapi ada pula yang cukup sinis. Yang pasti, satu lagi rahasia terbuka.

Saya sendiri hingga hari ini belum pernah ketemu dengan suami Huda karena menurutnya, "he is a shy person. He came to the Center but did not want to talk to you", kata Huda ketika saya menyatakan keinginan untuk ketemu suaminya.

"Huda, may Allah bless you and your family. Be strong, many challenges lay ahead in front of you", nasehatku. Doa kami menyertaimu Huda, semoga dikuatkan dan dimudahkan!

New York, 10 Mei 2006 ..

- Karya : M. Syamsi Ali -

Subhanallah .. !

.... Segala puji bagi Allah, yang dengan nikmat-Nya sempurnalah semua kebaikan ....

Barakallahufikum ....

Salam Terkasih ..
Dari Sahabat Untuk Sahabat ...

... Semoga tulisan ini dapat membuka pintu hati kita yang telah lama terkunci ...

~ o ~

Salam santun dan keep istiqomah ...

--- Jika terjadi kesalahan dan kekurangan disana-sini dalam catatan ini ... Itu hanyalah dari kami ... dan kepada Allah SWT., kami mohon ampunan ... ----

Semoga bermanfaat dan Dapat Diambil Hikmah-Nya ...
Silahkan DICOPAS atau DI SHARE jika menurut sahabat note ini bermanfaat ....

#BERSIHKAN HATI MENUJU RIDHA ILAHI#
------------------------------------------------
.... Subhanallah wabihamdihi Subhanakallahumma Wabihamdika Asyhadu Allailaaha Illa Anta Astaghfiruka Wa'atuubu Ilaik ...

My inspiration today

Senin, 05 November 2012

Hasil Karyaku..

Baru-baru ini aku sedang dalam masa krisis karena rasa bosan akut..

Iseng-iseng aku buka file-file photo lama. Eh... gak nyangka nemu sesuatu yang menarik..

Salah satunya adalah hasil karyaku yang udah lama banget aku  buat, bros mungil cantik dari kain flanel..


Sebenarnya konsepnya adalah memanfaatkan sisa-sisa kain yang mau dibuang untuk dibuat sebagai hasil karya yang menarik..

Ini juga masih hasil dari mencoba-coba.. jadi belum rapi-rapi amat.. try and error, walaupun banyak banget errornya.. dan dengan sedikit kesabaran akhirnya jadi juga..

Alhamdulillah.. hasilnya cukup lumayan.., tapi sayang aku cuma punya kesempatan membuat ini saja.. karena setelah itu entah kenapa belum ada lagi waktu untuk membuat temannya..

Sekarang bros mungil en unyu ini ada ditangan temen sekantorku..

Senang sekali bisa membuat benda yang bermanfaat untuk orang lain..

Semoga Allah memberikan kesempatan padaku untuk membuat temennya.., dan kalau bisa ya.. dijual..hehehe..

ALPHABET KEBERHASILAN

berikut ini adalah Alphabet keberhasilan yang baru kubaca dari salah satu FP di FB.. 
daripada hanya dibaca sepintas lalu lebihbaik jika aku copas saja di sini.. mungkin bisa bermanfaat..

A ; Accept, Terima diri anda sebagaiman adanya.

B ; Believe, Percayalah terhadap kemampuan anda untuk meraih apa yang anda inginkan dalam hidup.

C ; Care, Pedulilah pada kemampuan anda untuk meraih apa yang anda inginkan dalam hidup anda.

D ; Direct, Arahkan pikiran pada hal-hal positif yang meningkatkan kepercayaan diri.

E ; Earn, Terimalah penghargaan yang diberikan orang lain dengan tetap berusaha menjadi yang terbaik.

F ; Face, Hadapi masalah dengan benar dan yakin.

G ; Go, Berangkatlah dari kebenaran.

H ; Homework, Pekerjaan rumah adalah langkah penting untuk mengumpulkan informasi.

I ; Ignore, Abaikan celaan orang yang menghalangi jalan anda mencapai tujuan.

J ; Jealously, Rasa iri dapat membuat anda tidak menghargai kelebihan anda sendiri. Jadi, hindarilah.

K ; Keep, Terus berusaha walaupun beberapa kali gagal.

L ; Learn, Belajar dari kesalahan dan berusaha untuk tidak mengulanginya lagi.

M ; Mind, Perhatikan urusan sendiri dan tidak menyebar gosip tentang orang lain.

N ; Never, Jangan pernah QUIT dan PUTUS ASA.

O : Observe, Amatilah segala hal disekeliling anda, Perhatikan, Dengar dan belajar dari orang lain.

P ; Patience, Sabar adalah kekuatan tak ternilai yang membuat anda terus berusaha.

Q ; Question, Pertanyaan diperlukan untuk mencari jawaban yang benar dan menambha ilmu.

R ; Respect, Hargai diri sendiri dan juga orang lain.

S ; Self Confidence, Self Esteem, Self Respect, Percaya diri, harga diri, citra diri, dan penghormatan diri membebaskan kita dari saat-saat tegang.

T ; Take, Bertanggung jawab, atas setiap tindakan anda.

U ; Understand, Pahami bahwa hidup berjalan naik turun.

V ; Value, Nilai diri sendiri dan orang lain, berusahalah melakukan yang terbaik.

W ; Work, Bekerja dengan giat, jangan lupa berdo’a.

X ; X’tra, Usaha lebih keras membawa keberhasilan.

Y ; You, Anda dapat membuat suatu yang berbeda.

Z ; Zero, Usaha nol membawa hasil nol pula.

semoga bermanfaat...
 
"Barangsiapa yg memberi petunjuk atas kebaikan, maka baginya adalah pahala seperti orang yg melakukan kebaikan itu." (HR Muslim)

Aamiin Ya rabbal 'alamiin
By. FP Islam Inside

Rabu, 31 Oktober 2012

Tidak Merokok Karena Allah



Copas dari sebuah artikel yang ku copy saat masih kuliah dulu
Sunday, 05 November 2006
Rokok memang sesuatu yang tidak ditemukan di zaman Nabi, akan tetapi agama Islam telah menurunkan nash-nash yang universal, semua hal yang membahayakan diri, mencelakakan orang lain dan menghambur-hamburkan harta adalah hal yang haram.
Berikut ini dalil-dalil yang menunjukkan keharaman rokok:
1.Firman Allah: "Nabi tersebut menghalalkan untuk mereka semua hal yang baik dan mengharamkan untuk mereka semua hal yang jelek." (QS. Al A'raf: 157) Bukankah rokok termasuk barang yang jelek, berbahaya dan berbau tidak enak?
2.Firman Allah: "Janganlah kalian campakkan diri kalian dalam kehancuran" (QS. Al Baqarah: 195)
Padahal rokok bisa menyebabkan orang terkena berbagai penyakit berbahaya seperti kanker dan TBC.
3.Firman Allah: "Dan janganlah kalian melakukan perbuatan bunuh diri" (QS. An Nisa: 29) Padahal merokok merupakan usaha untuk membunuh diri secara pelan-pelan.
4.Ketika menjelaskan tentang khamr dan judi, Allah berfirman: "Dan dosa keduanya (khamr dan judi) lebih besar daripada manfaat dua hal tersebut." (QS. Al Baqarah: 219)
  Demikian pula dengan rokok, bahaya yang ditimbulkannya lebih besar daripada manfaatnya, bahkan rokok sedikitpun tidak mengandung manfaat.
5.Firman Allah: "Dan janganlah engkau bersikap boros, sesungguhnya orang yang suka memboroskan hartanya merupakan saudara-saudara setan." (QS. Al Isra:26-27)
Telah jelas bahwa merokok merupakan perbuatan perbuatan boros dan menghambur-hamburkan harta benda.
6.Allah berfirman tentang makanan penduduk neraka: "Tidak ada makanan mereka kecuali dari pohon yang berduri. Makanan tersebut tidak menyebabkan gemuk dan tidak pula bisa menghilangkan rasa lapar." (QS. Al Ghasiyah:6-7).
Demikian pula dengan rokok, tidak membuat gemuk dan menghilangkan rasa
lapar, sehingga rokok itu menyerupai makanan penduduk neraka.
7.Sabda Nabi shollallaahu 'alaihi wa sallam: "Tidak boleh membahayakan diri sendiri maupun orang lain." (HR. Ahmad, shahih)
  Padahal rokok itu dapat membahayakan diri sendiri ataupun orang lain serta menyia-nyiakan harta.
8.Sabda Nabi shollallaahu 'alaihi wa sallam: "Sesungguhnya Allah itu membenci tiga perkara untuk kalian, (yakni) berita yang tidak jelas, menghambur-hamburkan harta dan banyak bertanya." (HR. Bukhari dan Muslim).
   Padahal merokok termasuk membuang harta.
9.Sabda Nabi shollallaahu 'alaihi wa sallam: ''Setiap (dosa) umatku dimaafkan (akan diampunkan) kecuali orang yang terang-terangan berbuat dosa." (HR. Bukhari dan Muslim).
   Artinya setiap umat Islam itu akan memperoleh pengampunan kecuali orang yang berbuat dosa dengan terang-terangan, sebagaimana para perokok yang merokok tanpa rasa malu-malu, bahkan mengajak orang lain untuk berbuat kemungkaran seperti mereka.
10.Sabda Nabi shollallaahu 'alaihi wa sallam: "Barangsiapa beriman kepada Allah dan Hari Akhir maka janganlah ia mengganggu tetangganya." (HR. Bukhari)
Bau tidak sedap karena merokok sangat mengganggu istri, anak dan tetangga terutama malaikat dan orang-orang yang shalat di masjid.
11.Sabda Nabi shollallaahu 'alaihi wa sallam: "Tidaklah dua telapak kaki seorang hamba bisa bergeser pada hari kiamat sebelum ditanya mengenai empat perkara, (yakni) tentang kemana ia habiskan umurnya; untuk apa ia gunakan ilmunya; dari mana ia memperoleh harta dan kemana ia belanjakan; untuk apa ia pergunakan tubuhnya." (HR. Tirmidzi, dishahihkan oleh Al Albani dalam kitab Shahih Al Jami dan Kitab Silsilah Shahihan)
Padahal seorang perokok membelanjakan hartanya untuk membeli rokok yang haram. Benda yang sangat berbahaya bagi tubuh dan mengganggu orang lain yang berada di dekatnya.
12.Sabda Nabi shollallaahu 'alaihi wa sallam: "Barang yang dalam jumlah besarnya dapat memabukkan, maka statusnya tetap haram meski dalam jumlah sedikit." (HR. Ahmad dan lain-lain, shahih)
    Padahal asap rokok dalam jumlah banyak dapat memabukkan, terutama untuk orang yang tidak terbiasa merokok; atau pada saat perokok menghisap asap dalam jumlah yang banyak maka orang tersebut akan sedikit mabuk. Hal ini telah ditegaskan oleh seorang dokter dari Jerman dan seorang perokok yang pernah mencoba, sebagaimana penjelasan di atas.
13.Sabda Nabi shollallaahu 'alaihi wa sallam: "Barangsiapa makan bawang merah atau bawang putih maka hendaklah menjauhi kami, masjid kami dan hendaklah ia berdiam saja di rumahnya." (HR. Bukhari dan Muslim)
Sebagian orang tidak bisa menerima pengharaman rokok meski dalil-dalil yang menunjukkan keharaman rokok itu banyak sekali sebagaimana di atas. Khusus bagi perokok yang masih suka berkilah tersebut, maka kami katakan, "Jika rokok tidak haram mengapa mereka tidak merokok di masjid atau tempat suci yang lain.
Namun kalian malah memilih merokok di tempat pemandian umum, tempat-tempat hiburan dan tempat-tempat yang terlarang?" Sebagian orang ada yang beralasan bahwa merokok itu makruh saja. Sebagai jawaban kami katakan, "Jika hukumnya makruh lalu mengapa kalian hisap. Bukankah makruh itu lebih dekat kepada haram daripada ke halal! Perhatikanlah hadits Nabi shollallaahu 'alaihi wa sallam berikut ini:
"Sungguh hal yang halal itu jelas dan haram pun juga sudah jelas. Namun di antara keduanya terdapat perkara-perkara yang tidak jelas. Kebanyakan orang tidak mengetahui perkara-perkara tersebut. Barangsiapa berhati-hati terhadap hal yang tidak jelas statusnya, maka sungguh ia telah menjaga agama dan kehormatannya. Barangsiapa yang terjerumus dalam perkara yang tidak jelas, sungguh ia telah terjerumusdalam perkara yang haram. Seperti seorang penggembala yang menggembalakan ternaknya di dekat daerah larangan, ia akan segera menggembala di daerah larangan tersebut." (HR. Bukhari dan Muslim)
Dari : Syaikh Muhammad Jamil Zainu
dan baru saja mbuka tentang bahaya rokok, ini dia copas nya
 


Rokok memang sesuatu yang tidak ditemukan di zaman Nabi, akan tetapi agama Islam telah menurunkan nash-nash yang universal, semua hal yang membahayakan diri, mencelakakan orang lain dan menghambur-hamburkan harta adalah hal yang haram.

Berikut ini dalil-dalil yang menunjukkan keharaman rokok:
1.Firman Allah: "Nabi tersebut menghalalkan untuk mereka semua hal yang baik dan mengharamkan untuk mereka semua hal yang jelek." (QS. Al A'raf: 157) Bukankah rokok termasuk barang yang jelek, berbahaya dan berbau tidak enak?
2.Firman Allah: "Janganlah kalian campakkan diri kalian dalam kehancuran" (QS. Al Baqarah: 195)
Padahal rokok bisa menyebabkan orang terkena berbagai penyakit berbahaya seperti kanker dan TBC.
3.Firman Allah: "Dan janganlah kalian melakukan perbuatan bunuh diri" (QS. An Nisa: 29) Padahal merokok merupakan usaha untuk membunuh diri secara pelan-pelan.
4.Ketika menjelaskan tentang khamr dan judi, Allah berfirman: "Dan dosa keduanya (khamr dan judi) lebih besar daripada manfaat dua hal tersebut." (QS. Al Baqarah: 219)
  Demikian pula dengan rokok, bahaya yang ditimbulkannya lebih besar daripada manfaatnya, bahkan rokok sedikitpun tidak mengandung manfaat.
5.Firman Allah: "Dan janganlah engkau bersikap boros, sesungguhnya orang yang suka memboroskan hartanya merupakan saudara-saudara setan." (QS. Al Isra:26-27)
Telah jelas bahwa merokok merupakan perbuatan perbuatan boros dan menghambur-hamburkan harta benda.
6.Allah berfirman tentang makanan penduduk neraka: "Tidak ada makanan mereka kecuali dari pohon yang berduri. Makanan tersebut tidak menyebabkan gemuk dan tidak pula bisa menghilangkan rasa lapar." (QS. Al Ghasiyah:6-7).
Demikian pula dengan rokok, tidak membuat gemuk dan menghilangkan rasa
lapar, sehingga rokok itu menyerupai makanan penduduk neraka.
7.Sabda Nabi shollallaahu 'alaihi wa sallam: "Tidak boleh membahayakan diri sendiri maupun orang lain." (HR. Ahmad, shahih)
  Padahal rokok itu dapat membahayakan diri sendiri ataupun orang lain serta menyia-nyiakan harta.
8.Sabda Nabi shollallaahu 'alaihi wa sallam: "Sesungguhnya Allah itu membenci tiga perkara untuk kalian, (yakni) berita yang tidak jelas, menghambur-hamburkan harta dan banyak bertanya." (HR. Bukhari dan Muslim).
   Padahal merokok termasuk membuang harta.
9.Sabda Nabi shollallaahu 'alaihi wa sallam: ''Setiap (dosa) umatku dimaafkan (akan diampunkan) kecuali orang yang terang-terangan berbuat dosa." (HR. Bukhari dan Muslim).
   Artinya setiap umat Islam itu akan memperoleh pengampunan kecuali orang yang berbuat dosa dengan terang-terangan, sebagaimana para perokok yang merokok tanpa rasa malu-malu, bahkan mengajak orang lain untuk berbuat kemungkaran seperti mereka.
10.Sabda Nabi shollallaahu 'alaihi wa sallam: "Barangsiapa beriman kepada Allah dan Hari Akhir maka janganlah ia mengganggu tetangganya." (HR. Bukhari)
Bau tidak sedap karena merokok sangat mengganggu istri, anak dan tetangga terutama malaikat dan orang-orang yang shalat di masjid.
11.Sabda Nabi shollallaahu 'alaihi wa sallam: "Tidaklah dua telapak kaki seorang hamba bisa bergeser pada hari kiamat sebelum ditanya mengenai empat perkara, (yakni) tentang kemana ia habiskan umurnya; untuk apa ia gunakan ilmunya; dari mana ia memperoleh harta dan kemana ia belanjakan; untuk apa ia pergunakan tubuhnya." (HR. Tirmidzi, dishahihkan oleh Al Albani dalam kitab Shahih Al Jami dan Kitab Silsilah Shahihan)
Padahal seorang perokok membelanjakan hartanya untuk membeli rokok yang haram. Benda yang sangat berbahaya bagi tubuh dan mengganggu orang lain yang berada di dekatnya.
12.Sabda Nabi shollallaahu 'alaihi wa sallam: "Barang yang dalam jumlah besarnya dapat memabukkan, maka statusnya tetap haram meski dalam jumlah sedikit." (HR. Ahmad dan lain-lain, shahih)
    Padahal asap rokok dalam jumlah banyak dapat memabukkan, terutama untuk orang yang tidak terbiasa merokok; atau pada saat perokok menghisap asap dalam jumlah yang banyak maka orang tersebut akan sedikit mabuk. Hal ini telah ditegaskan oleh seorang dokter dari Jerman dan seorang perokok yang pernah mencoba, sebagaimana penjelasan di atas.
13.Sabda Nabi shollallaahu 'alaihi wa sallam: "Barangsiapa makan bawang merah atau bawang putih maka hendaklah menjauhi kami, masjid kami dan hendaklah ia berdiam saja di rumahnya." (HR. Bukhari dan Muslim)
Sebagian orang tidak bisa menerima pengharaman rokok meski dalil-dalil yang menunjukkan keharaman rokok itu banyak sekali sebagaimana di atas. Khusus bagi perokok yang masih suka berkilah tersebut, maka kami katakan, "Jika rokok tidak haram mengapa mereka tidak merokok di masjid atau tempat suci yang lain.
Namun kalian malah memilih merokok di tempat pemandian umum, tempat-tempat hiburan dan tempat-tempat yang terlarang?" Sebagian orang ada yang beralasan bahwa merokok itu makruh saja. Sebagai jawaban kami katakan, "Jika hukumnya makruh lalu mengapa kalian hisap. Bukankah makruh itu lebih dekat kepada haram daripada ke halal! Perhatikanlah hadits Nabi shollallaahu 'alaihi wa sallam berikut ini:
"Sungguh hal yang halal itu jelas dan haram pun juga sudah jelas. Namun di antara keduanya terdapat perkara-perkara yang tidak jelas. Kebanyakan orang tidak mengetahui perkara-perkara tersebut. Barangsiapa berhati-hati terhadap hal yang tidak jelas statusnya, maka sungguh ia telah menjaga agama dan kehormatannya. Barangsiapa yang terjerumus dalam perkara yang tidak jelas, sungguh ia telah terjerumusdalam perkara yang haram. Seperti seorang penggembala yang menggembalakan ternaknya di dekat daerah larangan, ia akan segera menggembala di daerah larangan tersebut." (HR. Bukhari dan Muslim)
Dari : Syaikh Muhammad Jamil Zainu

Sumber :  http://ronymedia.wordpress.com/2010/04/21/4000-macam-racun-rokok/